“FENOMENA PILPRES, SEBUAH PENGHARAPAN” - jayalah bangsaku
Headlines News :
Home » » “FENOMENA PILPRES, SEBUAH PENGHARAPAN”

“FENOMENA PILPRES, SEBUAH PENGHARAPAN”

Written By Unknown on Senin, 06 Januari 2014 | 09.26


Ya baiklah mungkin ini kali pertama saya posting artikel pada blog pribadi, pertama saya mau menyampaikan salam kepada kawan-kawan yang selalu berikan support. Artikel ini terkait fenomena PILPRES yang akan segera kita rasakan. Sedikit banyak Quote yang saya dapat terinspirasi dari senior saya.
Pentas pemilu CAPRES dan CAWAPRES yang hanya dalam hitungan bulan lagi merupakan momen yang di tunggu-tunggu seirng harapan baru rakyat Indonesia lima tahun kedepan, dalam tatanan sosial pasti ada pemimpin dan yang di pimpin, dan setiap manusia cenderung ingin menjadi pemimpin dengan asumsi seperti ini wajar rasanya elit politik pusat sibuk dengan hiruk-pikuk koalisi agar dapat duduk menjadi orang nomor satu dan nomor dua dinegri ini.
            Issu demokrasi yang sering didengung-dengungkan menunjukkan keperkasaan rakyat mengatur kehidupan negri bardasarkan kedaulatan yang dimilikinya, semakin luas refleksi rakyat dalam memaknai demokrasi maka semakin bijak pula rakyat dalam menjawab persoalan-persoalan bangsa dan menentukan siapa pemimpin bangsa ini kedepan.
            Visi dan Misi seakan lagu wajib elit politik agar tampil sebagai primadona di ajang pemilu PILPRES yang akan datang  atas dasar cerminan kondisi diatas ini. Saya mengajak kita semua agar tidak terkonfaminasi oleh janji yang sungguh kontradiktif  dengan realita kehidupan rakyat Indonesia sekarang. Ketika Visi dan misi itu tidak dapat terpalisasi maka yang terjadi hanyalah bualan politik, pembohongan public, serta pembodohan massa yang semua itu bukan karekteristik berdemokrasi yang baik.
            Saling menyudutkan, itulah yang terjadi pada elit politik dewasa ini. Rangkaian degradasi moral politik merupakan indicator bahwa  demokrasi di republic ini telah dinodai oleh politik yang seharusnya menjadi figure yang baik ditengah era reformasi yang menjanjikan perbaikkan di segala bidang, seperti supremasi hukum, demokrasi, bersih KKN, HAM, Dsb.
            Apakah elit politik seperti diatas  mampu menjaga konsistensi agar reformasi dan demokrasi dapat berjalan sesuai yang diharapakan ? sebagai rakyat mempunyai kedaulatan penuh, sudah selayaknya kita selektis dalam mencari pemimpin .
            Maka sebuah demokrasi dalam pemilu adalah sesuatu yang sacral demi perubahan yang kontruktis dan solutis, perubahan itu sangat berkolerasi dengan siapa ytang memimpin bangsa ini ke depan. Terhadap harapan itu mari sama-sama kita cermati bagaimana pemimpn yang baik.

Figur Pemimpin
            Ditengah kondisi seperti ini, rakyat butuh pemimpin yang mempunyai kreatifitas kemandirian, kepeloporan, kerja keras, untuk memaksimalkan segenap potensi yang ada agar dapat berkontribusi secara nyata, langsung dan kontruktis dalam setiap proses pengambilan dan implementasi kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak, pemimpin harus mengaplikasikan budaya resormis sebagai modal dasar demokrasi. Yang terbuka terhadap kritik, cenderung pada perbaikkan dan tidak cenderung pada dominasi dan eksploitasi kekuasaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
            Rakyat Indonesia butuh pemimpin yang mempunyai Capacity,Capability,Credibility yang memadai, bukan hanya pemimpin yang mengobral janji yang akhirnya rakyat juga menjadi korban kebijakannya, rakyat tak butuh “Pahlawan Kesiangan” atau pun “Malaikat Sementara” diantara hangar-bingar penderitaan rakyat terutama pasca krisis keuangan global melanda dunia yang hingga pelosok negeri ini.
            Bedakanlah antara pemimpin dengan selebritis seperti yang dipaparkan oleh Daniel boortin “Pemimpin dikenal karena prestasi, sedangakan selebritis dikenal karena keteranaran mereka, pemimpin mencerminkan kemungkinan-kemungkinan pers dan media kaum selebritis adalah orang-orang pembuat berita, tetapi pemimpin adalah orang-orang yang membuat sejarah” berkaca pada hal diatas hendaknya kita semua cerdas memilah dan memilih figur yang cocok untuk memimpin kita kedepan.

Koalisi Dan Ambisi
            Koalisi yang tengah melanda elit politik pusat ini sebenarnya hanya antisipasi untuk mengatasi sebuah kekalahan, bukan untuk mengawali sebuah perubahan elan vital koalisi tersebut hanya membuat “Marginalisasi” kepentingan rakyat yang sesungguhnya dan hal tersebut menjadi momen untuk mengklaim bahwa merekalah yang pantas untuk menjadi pemimpin Negara ini
            Konsep koalisi hendaknya mengedepankan pola pikir intelektualisme dan pematangan emosional yang biasanya ditandai dengan pola sikap yang progpresis, objektis, rasional dan  memihak pada kepentingan rakyat, tetapi koalisi deawasa  ini kerap menjadi ajang pemenuhan obsesi dan ambisi pribadi lantas apakah koalisi elit politik sekarang benar-benar koalisi yang konstuktif ?
            Sistem demokrasi memang memberikan peluang untuik siapa saja yang ingin menjadi pemimpin akan tetapi dalam tantanan demokrasi sportifitas yang samgat perlu di perhatikan hendaknya koalisi yamg dibangun elit politik, sekarang benar-benar berorierntasi pada kepentingan masyarakat lemah dan maju untuk sebuah perubahan yang lebih baik.
            Sudah sepantasnya rakyat berpikir realitis, professional, dan menyadari bahwa sejarah di masa lalu di jadikan pelajaran untuk mengawali roda pemerintahan Negara ini kedepan agar kita semua memiliki semangat perubahan sekaligus pengelola kontiunitas pembaruan untuk memilih pemimipin. Karena pemimpin memiliki peran strategis dalam perjalanan Negara Indonesia dalam melintasi zaman menjadi sebuah Negara yang penuh keterhormatan, bukan sebuah Negara yang hanya bertopeng demokrasi akan tetapi didalamnya penuh dengan keburukkan.
            Sekarang saatnya kita mengembangkan layar dengan semangat baru dan memenangkan pelayaran tanpa batas ini, sungguh harapan kita semua bahwa siapa pun yang terpilih pada pemilu PILPRES yang akan datang pemimpin terpilih tersebut akan menjawab semua harapan di bumi pertiwi ini.
Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. jayalah bangsaku - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by dian pratama
Proudly powered by dptxt team