Sejarah Reformasi Indonesia
by.Dian Pratama
Di zaman reformasi ini, agama saja di reformasi orang
(pemurnian-tajdid), kenapa kita tidak memurnikan sejarah. Kenapa kita
harus mempertahankan dan mendukung “ajaran sesat” sejarah yang sudah
jelas kebohongan, penipuannya dan menyesatkan itu. Kenapa kita masih mau
diperbodoh oleh sejarah tanpa rasa kritis sedikitpun. Kenapa kita harus
mewariskan kesesatan ini kepada generasi kita yang akan datang.?
Bukankah pertanyaan (kritis) itu adalah pintu ilmu (pepatah Arab).
Bukankah kita di ajar dan dilatih untuk selalu bertanya what, why, when,
where, how?
Pertanyaan: Benarkah Negara Indonesia dijajah oleh Belanda selama 350 Tahun dan oleh Jepang Selama 3,5 Tahun?
Jawaban: Indonesia tidak pernah dijajah selama 350 tahun., sebab;
1. Negara Indonesia berdiri secara resmi dan sah sejak 17 Agustus
tahun 1945 dan Belanda mengakuinya tahun 1948. Ciri-ciri sebuah negara
dalam sains politik antara lain; adanya pemimpin, ada undang2, ada
rakyat, ada wilayah, ada batas negara dan sebagainya. Dan semua itu
belum ada sebelum 1945 di Indonesia
2. Penjajahan Indonesia hanya berlaku sejak 17 Agus 1945 saja yaitu sekitar 3 tahun saja
3. Sebelum 1945 belum ada yang namanya negara Indonesia. Yang ada
adalah Hindia Belanda, kepuluan melayu, Nusantara dan sebagainya.
4. Usia Indonesia sekarang (2012) baru 66 Tahun dan tidak mungkin dijajah selama 350 tahun.
Pertanyaan: Benarkah bangsa Indonesia dijajah selama 350 Tahun?
Jawaban: Bangsa Indonesia tidak pernah dijajah selama 350 tahun sebab;
1. Belum ada yang namanya bangsa Indonesia ketika itu
2. Pulau Jawa dijajah selama 350 tahun mungkin ia, tetapi pulau-pulau
lainnya tidak. Semua daerah tidak sama masanya ditaklukkan oleh
Belanda. Aceh, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagainya tidak dijajah dalam
tahun yang sama.
3. Tidak ada satu kesatuan ketika itu, tidak ada satu kepemimpinan di
kepulauan ini selama 350 tahun itu, yang ada hanya raja-raja seperti di
Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagainya yang
masing-masingnya dibawah kepemimpinan tersendiri.
Tepatkah Negara Indonesia Disebut Merdeka Tahun 1945?
Kalimat yang tepat Untuk Indonesia pada tahun 1945 adalah KELAHIRAN
bukan kemerdekaan. Karena Belum pernah ada negara yang bernama Indonsia
dijajah sebelum tahun 1945. Merdeka pada tahun 1948 seperti yang diakui
oleh Belanda karena selama 3 tahun itulah Indonesia dijajah adalah lebih
tepat lagi -sudah terbentuk negara Indonesia- Dijajah selama 3 tahun
dan lalu merdeka pada tahun 1948.
Mengapa kita harus kaku dan terkongkong disaat pemerintah selama ini
gagal dalam mensejahterakan rakyat, padahal ribuan tahun yang lalu
rakyat di kepulauan ini pernah makmur dibawah kerajaan Aceh, Demak, Sulu
dan sebagainya?
Kenapa kita harus fanatik buta dengan negara kesatuan padahal konsep
itu tidak pernah mengeluarkan bangsa dan negara ini dari kongkongan
kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan yang disebabkan oleh
pemerintah yang gagal?
Kenapa kita tidak melihat solusi lain yang juga sah, legal, halal dan
terbukti mensejahterakan rakyat dinegara-negara lain seperti otonomi
khusus, federal, kemerdekaan daerah atau apapun namanya, tetapi masih
disebut negara Indonesia seperti yang berlaku di USA yang terdiri dari
50 negara bagian, Australia 6 negara bagian, Venezuela 23 negara bagian,
UAE 7 negara bagian, Malaysia 13 negara bagian dan lain-lain yang lebih
75% negara didunia menganut sitem federal. Mereka masih tetap dengan
bangganya mengatakan saya orang Amerika, Australia, dan sebagainya.
Mereka tidak mengatakan saya orang negara bagian dsbnya.
Ataukah kita sepakat rela, ridho, tawakal saja untuk selamanya sampai
hari kiamat merasakan penderitaan, kesakitan dan penyiksaan ini.
Padahal Tuhan telah menganugrahkan kita akal untuk berpikir realistis
dan fleksibel mencari jalan dan cara yang lebih baik dan terbaik untuk
kemakmuran bersama, untuk pembangunan bersama, untuk masa depan bersama.
sehingga tidak terkesan bahwa negara ini hanya milik mereka, dibawah
kuasa mereka dan kita-kita ini hanyalah menompang dan menjadi masyakarat
kelas kedua di negara yang menjadi warisan nenek moyang kita ribuan
tahun lamanya ini?
Bukan negara seperti ini yang mau diperjuangkan oleh pahlawan Islam
yang berjuang mati-matian sampai tetesan darah terakhir seperti Tuanku
Imam Bonjol, Tuanku Tambusai, Diponegoro, Cut Nyak Din, Raja Haji dll
dan jutaan ummat Islam yang berjuang dengan mereka lainnya.
Kronologi Reformasi 1998
5 Maret 1998
Dua puluh mahasiswa Universitas Indonesia
mendatangi Gedung DPR/MPR untuk menyatakan penolakan terhadap pidato
pertanggungjawaban presiden yang disampaikan pada Sidang Umum MPR dan
menyerahkan agenda reformasi nasional. Mereka diterima Fraksi ABRI
11 Maret 1998
Soeharto dan BJ Habibie disumpah menjadi Presiden dan Wakil Presiden
14 Maret 1998
Soeharto mengumumkan kabinet baru yang dinamai Kabinet Pembangunan VII.
15 April 1998
Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri
protes dan kembali ke kampus karena sepanjang bulan ini mahasiswa dari
berbagai perguruan tinggi swasta dan negeri melakukan berunjukrasa
menuntut dilakukannya reformasi politik.
18 April 1998
Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima
ABRI Jendral Purn. Wiranto dan 14 menteri Kabinet Pembangunan VII
mengadakan dialog dengan mahasiswa di Pekan Raya Jakarta namun cukup
banyak perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang menolak
dialog tersebut.
1 Mei 1998
Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri
Hartono dan Menteri Penerangan Alwi Dachlan mengatakan bahwa reformasi
baru bisa dimulai tahun 2003.
2 Mei 1998
Pernyataan itu diralat dan kemudian
dinyatakan bahwa Soeharto mengatakan reformasi bisa dilakukan sejak
sekarang (tahun 1998-red).
4 Mei 1998
Mahasiswa di Medan, Bandung dan Yogyakarta
menyambut kenaikan harga bahan bakar minyak ( 2 Mei 1998 ) dengan
demonstrasi besar- besaran. Demonstrasi itu berubah menjadi kerusuhan
saat para demonstran terlibat bentrok dengan petugas keamanan. Di
Universitas Pasundan Bandung, misalnya, 16 mahasiswa luka akibat
bentrokan tersebut.
5 Mei 1998
Demonstrasi mahasiswa besar – besaran terjadi di Medan yang berujung pada kerusuhan.
9 Mei 1998
Soeharto berangkat ke Kairo, Mesir untuk
menghadiri pertemuan KTT G -15. Ini merupakan lawatan terakhirnya
keluar negeri sebagai Presiden RI.
12 Mei 1998
Aparat keamanan menembak empat mahasiswa
Trisakti yang berdemonstrasi secara damai. Keempat mahasiswa tersebut
ditembak saat berada di halaman kampus.
13 Mei 1998
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi
di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi datang ke Kampus Trisakti untuk
menyatakan duka cita. Kegiatan itu diwarnai kerusuhan.
14 Mei 1998
Soeharto seperti dikutip koran, mengatakan
bersedia mengundurkan diri jika rakyat menginginkan. Ia mengatakan itu
di depan masyarakat Indonesia di Kairo. Sementara itu kerusuhan dan
penjarahan terjadi di beberapa pusat perbelanjaan di Jabotabek seperti
Supermarket Hero, Super Indo, Makro, Goro, Ramayana dan Borobudur.
Beberapa dari bagunan pusat perbelanjaan itu dirusak dan dibakar.
Sekitar 500 orang meninggaldunia akibat kebakaran yang terjadi selama
kerusuhan terjadi.
15 Mei 1998
Soeharto tiba di Indonesia setelah
memperpendek kunjungannya di Kairo. Ia membantah telah mengatakan
bersedia mengundurkan diri. Suasana Jakarta masih mencekam. Toko – toko
banyak di tutup. Sebagian warga pun masih takut keluar rumah.
16 Mei 1998
Warga asing berbondong – bondong kembali ke negeri mereka. Suasana di Jabotabek masih mencekam.
19 Mei 1998
Soeharto memanggil sembilan tokoh Islam
seperti Nurcholis Madjid, Abdurachman Wahid, Malik Fajar, dan KH Ali
Yafie. Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 2,5 jam (molor
dari rencana semula yang hanya 30 menit) itu para tokoh membeberkan
situasi terakhir, dimana eleman masyarakat dan mahasiswa tetap
menginginkan Soeharto mundur.
Permintaan tersebut ditolak Soeharto. Ia
lalu mengajukan pembentukan Komite Reformasi. Pada saat itu Soeharto
menegaskan bahwa ia tak mau dipilih lagi menjadi presiden. Namun hal itu
tidak mampu meredam aksi massa, mahasiswa yang datang ke Gedung MPR
untuk berunjukrasa semakin banyak.
Sementara itu Amien Rais mengajak massa mendatangi Lapangan Monumen Nasional untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
20 Mei 1998
Jalur jalan menuju Lapangan Monumen
Nasional diblokade petugas dengan pagar kawat berduri untuk mencegah
massa masuk ke komplek Monumen Nasional namun pengerahan massa tak jadi
dilakukan. Pada dinihari Amien Rais meminta massa tak datang ke Lapangan
Monumen Nasional karena ia khawatir kegiatan itu akan menelan korban
jiwa. Sementara ribuan mahasiswa tetap bertahan dan semakin banyak
berdatangan ke gedung MPR / DPR. Mereka terus mendesak agar Soeharto
mundur.
21 Mei 1998
Di Istana Merdeka, Kamis, pukul 09.05
Soeharto mengumumkan mundur dari kursi Presiden dan BJ. Habibie disumpah
menjadi Presiden RI ketiga.
0 komentar:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !